Seminar Nasional dan Workshop Ekonomi Syariah & Perbankan Syariah Jawab Tantangan Ekonomi 4.0

Universitaspahlawan.ac.id, UP – Prodi S1 Ekonomi Syariah dan S1 Perbankan Syariah Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai (UP) Menggelar Seminar Nasional dan Wokshop Bertema Arah Pengembangan Program Studi Ekonomi Syariah dan Perbankan Syariah, Sabtu, 18 Juni 2022.

Kegiatan ini juga menjadi ajang memperkuat kerjasama diantara pendidikan tinggi yang dibuktikan dengan penandatanganan MoU antara FEB UP dengan FEB Universitas Brawijaya kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan MoA antara FEB UP dengan Fakultas Manajeman IPB.

“Kita bersyukur tentunya bisa kegiatan ini bisa menjadi wadah untuk meletakkan pemikiran kita yang akan menghasilkan kurikulum yang bagus nantinya bagi dasar UP untuk model pembelajaran di dua program studi perbankan dan ekonomi syariah.” Tutur Prof. Dr. Amir Luthfi, Selaku Rektor UP.

Beliau juga memberitahukan bahwa UP telah menerima izin pembukaan ekonomi syariah dan perbankan syariah dan kedepannya berharap agar masalah ekonomi syariah dan perbankan syariah menemukan titik terang dan menemukan jawaban yang tuntas untuk pembentukan kurikulumnya.

“Kita akan mencoba untuk menyelesaikan lembaga akreditasi mandiri untuk ekonomi dan perbankan syariah, agar sesuai dengan aspek kelilmuan, menekankan kepada nilai2 keislaman, mampu mengembangkan kerjasama, dan research terkait ekonomi dan perbankan syariah.” Imbuh Al Anshor, selaku…

Prof. Dr. Nyayu Khodijah, S.Ag., M.Si., sebagai pemateri juga menyampaikan bahwa pasar modal syariah semakin membaik, dan ketertarikan kepada ekonomi syariah tidak hanya datang dari orang muslim tetapi produk ekonomi dan perbankan syariah juga menarik minat non muslim. Hal ini menurut Beliau juga terkait dengan hal potensial yaitu visi Negara Indonesia yang memiliki visi Indonesia menjadi pusat perkembangan Ekonomi Syariah ditahun 2045 mendatang.

Ruslan abdul Gofur sebagai pemateri juga menggagas ide untuk kelayakan studi agar mengambil sumber dari Bank Indonesia kemudian memberitahukan bahwa peluang terbuka lebar di pasar dunia bagi pegiat ekonomi syariah. Tentunya perkembangan keilmuan prodi bersumber pada ilmu ekonomi syariah , alquran hadist ijmandan qias dg tujuan mencapai maslahah dan falah.

“Ekonomi itu pesan penting dari agama islam, poin penting, banyak umat islam yg memahami secara kontekstual saja tentang ayat alquran, dan saat ini kita harus membuka pemikiran lebih baik, agar memahami bahwa muslim seharusnya mempunyai pasar dan menguasai pasarnya sendiri. Profil lulusan memiliki jiwa Techno sosiopreunership yg mengembangkan sektor usaha yg bermanfaat dan sesuai syariah.” Tambah Dr. Asep Nurhalim, Lc., M.Pdi, selaku pemateri.

Pakar Ekonomi lainnya seperti Dr. Dra. Asfi Manzilati , ME., juga berpendapat Pendidikan ekonomi islam ini membuat manusia menilai masjid menjadi sentral, kemudian kuliah dan pemikiran seseorang menjadi lebih terbuka, pendidikan untuk semua manusia, kemudian seseorang lebih tekun dalam prosesnya .

Disisi lainnya, sebagai pemateri Dr. Budi Azwar, SE., M.Ec., berpendapat bahwa Kondisi pendidikan ekonomi syariah harus mempunyai khas nya sendiri, tidak hanya pasar yang menyasar pesantren-pesantren tetapi juga mengangkat kearifan lokal daerah agar bisa kita kembangkan bersama untuk menjadi dasar bagi mata kuliah industri halal, dan inilah yang akan di adobsi pada kurikulum di S1 Ekonomi Syariah dan S1 Perbankan Syariah UP Kedepannya.

Sedangkan pokok pikiran untuk perbankan syariah yang muncul dari Dr. Nurnasrina, SE., M.Si., adalah terkait kurikulum yang akan dikembangkan tentunya harus mengadobsi MBKM sesuai dengan permendikbud no 3 tahun 2020.

Kesempatan ini juga menhadirkan Ari Yusnairy Muslim, Area Manajer BSI Riau selaku praktisi. Kemudian beliau mengungkapkan rasa bangga sebagai institusi bisnis yang melihat kesungguhan dan kepedulian dunia pendidikan terhadap perbankan. Menurut beliau untuk kebutuhan SDM kita kedepannya bisnis perbankan memerlukan SDM yang mengetahui perkembangan digital.

Pernyataan lainnya dari Bambang Rianto Rustam Pereakilan Praktisi dari Bank Riau Kepri menyampaikan data bahwa keuangan syariah sudah menguasai sebanyak 10 % Ekonomi di indonesia. Beliau juga menyatakan bahwa pentingnya SDM, juga harus dipersiapkan untuk menjawab tantangan era digitalisasi, agar mencetak lulusan sesuai keinginan perbankan dimasa depan.

“Adapun SDM yang akan kita dibutuhkan adalah marketing, front officer, operation dan other yang memiliki etika Bankir syariah seperti bertaqwa, adil, khidmat, yang sesuai dengan perkembangan industri 4.0” Pungkas Bambang Rianto Rustam.

 

DOKUMENTASI KEGIATAN