Pusat Inkubasi

Y

ayasan Pahlawan Tuanku Tambusai mendirikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai sebagai salah satu perguruan tinggi di Indonesia yang menitikberatkan pada pembentukan Sumber Daya Manusia yang berkarakter, terampil, kompetitif, dan siap menghadapi tantangan pembangunan Indonesia sesuai yang diamanatkan dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia 1945. Sesuai dengan visinya menjadi pusat pengembangan studi yang berorientasi pada kualitas dan kewirausahaan menjelang tahun 2041, maka Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai membentuk suatu pusat yang khusus menangani masalah pengembangan inovasi dan wirausaha bagi institusi, serta bagi seluruh mahasiswa dan lulusan, yang disebut Pusat Inovasi Kewirausahaan dan Bisnis Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai.

Emon Azriadi, S.T., M.Sc
Ketua Lembaga

Undang-Undang Dasar Republik Indonesia tahun 1945 telah mengamanatkan negara untuk melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia; memajukan kesejahteraan umum; mencerdaskan kehidupan bangsa; dan keikutsertaan dalam menjaga stabilitas dunia. Bangsa Indonesia sangat memahami bahwa dengan adanya kebijakan pasar bebas dunia (global market) dan masyarakat ekonomi ASEAN (ASEAN Economic Community), Negara Indonesia, yang kaya akan sumber daya alam dan sumber daya manusia, diharapkan mampu bersaing dan mengambil porsi yang tepat. Namun demikian, Negara Indonesia juga berpotensi dijadikan sebagai target ekspansi dan investasi kegiatan usaha-usaha dari mancanegara. Kalaulah ini tidak diantisipasi secara bersama, maka bangsa Indonesia akan menjadi tamu di negerinya sendiri. Topian dianjak ughang singgah, jalan dialio ughang lalu, cupak diubah anak dagang, adat diubah ughang datang.

Peningkatan kesejahteraan rakyat tidak terlepas dari aspek perbaikan tingkat kualitas hidup masyarakat dan laju pertumbuhan ekonomi nasional yang reliable. Sementara, pertumbuhan ekonomi nasional sangat dipengaruhi oleh pertumbuhan dunia usaha. Hal tersebut tergambar dari data jumlah wirausahawan yang ada pada negara-negara maju di Asia, China, Korea, dan Jepang, yang mempunyai minimal 2% masyarakatnya adalah wirausahawan kelas atas dan setidaknya 20% wirausahawan kecil menengah (Alma, 2007). Oleh sebab itu, maka pemerintah Republik Indonesia berupaya memberi kebijakan-kebijakan keberpihakan untuk membuka peluang usaha baru seluas-luasnya, dibuktikan dengan banyaknya skema-skema program pembiayaan yang ringan yang dijamin pemerintah,  regulasi-regulasi sebagai intrumen yang mengatur, dan adanya Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) yang berfungsi sebagai lembaga pengawas persaingan usaha.

Seperti data yang dirilis pemerintah malalui BPS (Badan Pusat Statistik), jumlah presentase wirausahawan dibanding jumlah penduduk per maret 2016 sekitar 1,7%, kemudian pada kuartal IV tahun 2017 terjadi peningkatan yang cukup drastis mencapai 3,1%, sesuai ekspos Presiden RI ke-7, Ir. Joko Widodo di depan kelompok asosiasi pegiat usaha di Indonesia, dan pada Agustus 2018 melalui Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) diclaim mencapai 7%. Walaupun telah terjadi peningkatan yang cukup signifikan, pencapaian tersebut masih tertinggal jauh dari negara-negara maju seperti China, Korea, dan Jepang, bahkan di level Asia Tenggara saja kita kita masih dibawah Singapura, Thailand, dan Malaysia.

Menindaklajuti keadaan tersebut, perguruan tinggi di Indonesia sebagai penyumbang sumber daya manusia yang cukup mapan secara kompetensi dan psikologi, telah mengarahkan dan menjadikan kemampuan untuk membangun dunia usaha sebagai salah satu kompetensi utama dari lulusannya. Demikian juga Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, dengan visinya menjadi perguruan tinggi yang berkualitas dan berorientasi pada kewirausahaan, sesuai dengan komitmennya, telah memasukkan kompetensi-kompetensi kewirausahaan dalam setiap program studi yang diasuhnya, bahkan telah membentuk suatu Pusat Inovasi Kewirausahaan dan Bisnis yang berfungsi memfasilitasi institusi dan civitas akademik dalam membangun dan mengembangkan inovasi dan usaha untuk peningkatan daya saing dan daya guna Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai.

STRUKTUR ORGANISASI

VISI

Menjadi lembaga yang memiliki komitmen yang tinggi terhadap penelitian
dan pengabdian masyarakat ditingkat daerah regional dan nasional.

MISI

Misi lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Yayasan Pahlawan Tuanku Tambusai Riau adalah:

  • Mengkoordinasikan, merencanakan, melaksanakan, memantau, dan menilai pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.
  • Meningkatkan kualitas dan kuantitas sumber daya manusia yang berkemampuan dalam melakukan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.
  • Meningkatkan daya saing dosen dalam kegiatan penelitian dan pengabdian masyarakat ditingkat nasional.
  • Meningkatkan kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.
  • Mendesiminasikan hasil penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.
  • Membangun sistem informasi hasil penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.
  • Meningkatkan pemanfaatan hasil penelitian dan pengabdian kepada masyarakat untuk membangun proses pembelajaran.
  • Meningkatkan kerjasama penelitian dan pengabdian kepada masyarakat antar perguruan tinggi
  • Meningkatkan keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.
  • Meningkatkan kemitraan dengan berbagai instansi pemerintah dan dunia usaha dan masyarakat dalam pemanfaatan hasil penelitian dan pengabdian masyarakat.