Prodi S1 Bahasa Inggris Universitas Pahlawan Terapkan Team Teaching dengan Dosen UKM Malaysia

universitaspahlawan.ac.id — Program Studi S1 Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Pahlawan (UP) menerapkan metode team teaching pada mahasiswa semester empat dengan melibatkan dosen dari Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM), Dr. Hanita. Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi kerja sama akademik internasional antara Prodi S1 Pendidikan Bahasa Inggris UP dan mitra luar negeri.

Ketua Program Studi S1 Pendidikan Bahasa Inggris UP, Assoc. Prof. Dr. Putri Asilestari, M.Pd., mengatakan bahwa team teaching tersebut menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kualitas pembelajaran sekaligus memperluas wawasan mahasiswa dalam konteks global.

“Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk nyata implementasi kerja sama Prodi S1 Pendidikan Bahasa Inggris dengan mitra Universitas Pahlawan, khususnya dalam penguatan kualitas akademik dan internasionalisasi pembelajaran,” ujarnya.

Salah satu materi yang dibahas dalam perkuliahan tersebut adalah lanjutan Teori Pemerolehan Bahasa Kedua (Second Language Acquisition), dengan fokus pada Teori Behavioristik, yang disampaikan melalui presentasi dosen pengampu mata kuliah bersama dosen mitra dari UKM, Dr. Hanita, Selasa (3/3/2026).

Dalam pemaparan materi dijelaskan bahwa Teori Behavioristik sempat mendominasi kajian psikologi dan linguistik pada era 1950-an. Teori ini memandang pemerolehan bahasa sebagai hasil dari hubungan antara stimulus dan respons yang sangat dipengaruhi oleh lingkungan belajar.

Mahasiswa mempelajari bahwa rangsangan eksternal (extrinsic stimuli) dapat memicu respons internal, yang kemudian diwujudkan dalam respons eksternal berupa penggunaan bahasa. Proses pembelajaran bahasa dipahami sebagai rangkaian Stimulus–Response–Reward (SRR) yang terbentuk melalui interaksi berkelanjutan antara pembelajar dan lingkungannya.

Lingkungan berperan sebagai penyedia stimulus, sementara pembelajar menghasilkan respons berupa pemahaman maupun produksi bahasa. Respons yang dinilai benar akan diperkuat melalui pemberian reward, sehingga mendorong pembelajar untuk mengulang perilaku berbahasa yang sesuai.

Materi perkuliahan juga menekankan bahwa lingkungan memiliki peran sentral dalam membentuk kemampuan berbahasa mahasiswa. Lingkungan belajar secara selektif memperkuat respons tertentu dan mengabaikan respons lainnya, sehingga berpengaruh signifikan terhadap proses pemerolehan bahasa.

Melalui penerapan team teaching dan pembahasan teori ini, mahasiswa diharapkan mampu memahami pendekatan behavioristik secara komprehensif serta mengaitkannya dengan praktik pengajaran bahasa Inggris di kelas. Hal tersebut dinilai penting sebagai landasan dalam merancang strategi pembelajaran bahasa yang efektif, terstruktur, dan berorientasi global.