Universitas Pahlawan Gelar Seminar Nasional GEMA SEHAT dalam Rangka Dies Natalis

universitaspahlawan.ac.id — Universitas Pahlawan (UP) menggelar Seminar Nasional GEMA SEHAT (Gerakan Edukasi Masyarakat dan Akademisi untuk Sinergi Efektif Hadapi Ancaman Kesehatan) yang diselenggarakan oleh Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK), Sabtu (31/1/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Dies Natalis Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai.

Seminar nasional tersebut dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor III Universitas Pahlawan, Assoc. Prof. Ns. Apriza, S.Kep., M.Kep. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh panitia, narasumber, serta peserta yang telah berpartisipasi aktif dalam kegiatan ilmiah yang dinilai strategis bagi penguatan sektor kesehatan.

“Atas nama pimpinan universitas, kami mengucapkan terima kasih dan penghargaan kepada seluruh panitia, narasumber, serta peserta yang telah berkontribusi dalam menyukseskan kegiatan ini,” ujarnya.

Secara khusus, Wakil Rektor III juga memberikan apresiasi kepada Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan, Dr. Besti Verawati, S.Gz., M.Si., beserta seluruh civitas akademika FIK Universitas Pahlawan yang secara konsisten menginisiasi kegiatan akademik bermutu sebagai wujud pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam penguatan edukasi, riset, dan pengabdian kepada masyarakat di bidang kesehatan.

Beliau menambahkan, Indonesia saat ini menghadapi tantangan kesehatan yang semakin kompleks. Masalah stunting masih menjadi perhatian serius, sementara penyakit tidak menular seperti diabetes, hipertensi, penyakit jantung, dan sindrom metabolik terus mengalami peningkatan akibat perubahan gaya hidup, pola konsumsi yang kurang sehat, rendahnya aktivitas fisik, serta kualitas diet masyarakat yang belum optimal.

“Kondisi ini menuntut pendekatan yang tidak lagi parsial, melainkan kolaboratif, sistemik, dan berkelanjutan,” tegasnya.

Melalui Seminar Nasional GEMA SEHAT, peserta tidak hanya membahas aspek klinis kesehatan, tetapi juga isu strategis lainnya seperti ketahanan pangan, peningkatan kualitas diet, kesehatan ibu dan anak, penerapan perilaku hidup bersih dan sehat, serta pentingnya sinergi lintas profesi dalam membangun komunitas yang sehat, mandiri, dan berdaya saing.

Beliau berharap, forum ilmiah ini tidak berhenti pada diskusi semata, tetapi mampu melahirkan gagasan inovatif, jejaring kolaborasi, serta implementasi nyata di lapangan, baik melalui kegiatan riset, edukasi, pendampingan masyarakat, maupun advokasi kebijakan kesehatan yang berdampak luas.

“Kepada mahasiswa dan tenaga kesehatan, manfaatkan momentum ini sebagai ruang belajar, bertukar gagasan, serta membangun komitmen profesional untuk menjadi agen perubahan di tengah masyarakat,” pesannya.

Album Dokumentasi: https://flic.kr/s/aHBqjCJbPC